Arsip

Semester 1

Cara Menggunakan CorelDraw Untuk Disain Grafis

Vektor Vs Bitmap
Pernahkah anda mendengar istilah bitmap ataupun vector?,bitmap atau vector adalah kedua jenis gambar grafis yang diolah di komputer.Terdapat 2 perbedaan antara kedua jenis gambar ini. Untuk mendapat hasil cetak yang baik anda harus fapat menggabungkan kedua jenis gambar tersebut. ah gambar-gambar bitmap, sementara gambar-gambar yang dibuat menggunakan aplikasi seperti Adobe Illustrator, Freehand maupun Corel Draw akan tersimpan sebagai vector graphics. Akan tetapi Anda dapat melakukan konversi gambar antar keduanya, dan bahkan memungkinkan bagi keduanya untuk digabungkan ke dalam satu file. Hal ini yang biasanya cukup membingungkan bagi orang awam.
GAMBAR BITMAP
Seperti namanya, gambar bitmap adalah kumpulan bit yang membentuk sebuah gambar. Gambar tersebut memiliki kandungan satuan-satuan titik (atau pixels) yang memiliki warnanya masing-masing (disebut dengan bits, unit terkecil dari informasi pada komputer).
Semakin banyak jumlah pixel yang ada pada sebuah gambar, maka semakin halus dan realistik gambar tersebut.
Jenis Gambar Bitmap
1. Line-art
Merupakan gambar yang hanya terdiri dari dua warna, biasanya hitam dan putih. Biasanya gambar jenis ini dijadikan gambar bitmap karena komputer hanya menggunakan 1 bit (warna hitam yang membentuk gambar,  warna putih sebagai latar) untuk mendefinisikan masing-masing pixel-nya.
2. Grayscale Images
Yang terdiri dari bermacam warna abu-abu dalam menghasilkan warna hitam dan putih.
3. Multitones
Terdiri dari dua warna atau lebih. Gambar multitones yang biasa digunakan adalah duotones, yang biasanya terdiri dari paduan warna hitam dengan warna khusus (Pantone colour). Warna yang digunakan pada gambar di atas adalah paduan dari warna hitam dengan Pantone Warm Red.
4. Full Colour Images
Merupakan gambar yang memiliki warna yang tampak realistis. Informasi warna dijelaskan menggunakan jenis-jenis standar warna seperti RGB, CMYK atau Lab.
Karakteristik Data Bitmap
Gambar yang menggunakan data bitmap akan menghasilkan bobot file yang besar. Sebagai contoh, sebuah gambar dengan standar warna CMYK berukuran A4 yang memiliki kualitas cetak menengah (medium) menghasilkan bobot file sebesar 40 MB. Dengan menggunakan kompresi dapat memperkecil bobot sebuah file.
Perbesaran dimensi gambar merupakan salah satu kekurangan jenis gambar bitmap ini. Begitu sebuah gambar diperbesar terlalu banyak, akan terlihat tidak natural dan pecah. Begitu juga dengan memperkecil sebuah gambar, akan memberikan dampak buruk seperti berkurangnya ketajaman gambar tersebut.
Bitmap cukup simpel untuk pencetakan selama printer yang digunakan memiliki memory yang cukup. Mesin cetak PostScript level 1 jaman dulu akan mengalami masalah ketika mendapatkan sebuah gambar (khususnya Line-art) yang dirotasi, tapi hardware dan software jaman sekarang dapat menangani berbagai efek manipulasi gambar apapun tanpa masalah.
Aplikasi Data Bitmap
Ada ratusan aplikasi di pasaran yang dapat digunakan untuk membuat atau memodifikasi file gambar dengan data bitmap. Dalam dunia percetakan, Adobe Photoshop adalah aplikasi yang mendominasi pasar. Tapi bukan berarti aplikasi alternatif yang lebih murah seperti Corel Photo-Paint dapat dianggap remeh.
Format File yang digunakan untuk Data Bitmap
Gambar dengan format data bitmap dapat disimpan dalam berbagai macam format file, antara lain:
* BMP; format file yang terbatas, tidak cocok digunakan untuk cetak
* EPS; format file yang fleksibel, yang dapat berisi gambar bitmap maupun vektor
* GIF; biasanya digunakan untuk grafis-grafis di internet
* JPEG; atau juga format file JFIF, biasa digunakan sebagai grafik atau gambar di internet karena memiliki tingkat ketajaman gambar yang dapat mempengaruhi bobot file
* PICT; format file yang dapat berisi gambar bitmap maupun vektor, tetapi biasanya file ini hanya digunakan oleh komputer Macintosh dan tidak terlalu cocok untuk cetak
* TIFF; merupakan format file bitmap yang paling populer untuk cetak.
GRAFIS VEKTOR
Grafis vektor adalah gambar yang ditampilkan menggunakan definisi matematis.grafis vector adalah salah satu metode yang dapat menciptakan hasil terbaik dan digunakan oleh kebanyakan aplikasi gambar saat ini.
Karakteristik Gambar Vektor
Gambar vektor biasanya memiliki bobot file yang cukup kecil karena hanya berisi data mengenai bezier curves yang membentuk sebuah gambar. Format file EPS seringkali digunakan untuk menyimpan gambar vektor yang dapat memberikan penampilan gambar bitmap (bitmap preview image) dalam data bezier. Bobot file dari gambar penampilan biasanya lebih besar dari data bezier-nya sendiri.
Dimensi gambar vektor biasanya dapat diubah tanpa mengurangi kualitas gambarnya sendiri. Hal ini yang menjadikannya ideal dalam pembuatan logo perusahaan, peta/denah, atau objek-objek lain yang seringkali membutuhkan perubahan skala/dimensi. Perlu diperhatikan, tidak semua gambar vektor dapat diubah skalanya sesuka Anda:
* Gambar hanya dapat diubah skalanya hingga 20 persen lebih besar atau lebih kecil
* Garis-garis tipis dapat menghilang jika gambar vektor diperkecil terlalu banyak
* Kesalahan-kesalahan kecil pada sebuah gambar dapat terlihat jelas ketika gambar diperbesar terlalu besar
Cukup mudah untuk membuat sebuah gambar vektor yang sulit untuk dibuatkan output-nya. Khususnya penggunaan tiles (objek-objek kecil yang diuat berulang-ulang) dan efek lens pada Corel Draw dapat membuat file yang sangat kompleks.
Aplikasi Data Vektor
Ada ratusan aplikasi di pasaran yang dapat digunakan untuk membuat atau memodifikasi data vektor. Dalam dunia percetakan, Adobe Illustrator, Freehand dan Corel Draw adalah aplikasi-aplikasi yang cukup populer.
Format File yang digunakan untuk Data Vektor
Secara umum data vektor dapat disimpan dalam format file:
* EPS; format file yang paling populer untuk menyimpan gambar vektor walaupun format EPS juga dapat berisi data bitmap.
* PDF; format file yang cukup serbaguna, yang dapat berisi data apa saja termasuk halaman-halaman lengkap
* PICT; format file yang dapat berisi data bitmap maupun vektor, tetapi biasanya hanya dapat digunakan oleh komputer macintosh.
corel draw
         CorelDraw merupakan salah satu aplikasi pengolah gambar berbasis vector yang banyak dipakai oleh pengguna PC. Karena berbagai kemudahan dan keunggulan yang dimiliki oleh coreldraw, maka coreldraw sering dimanfaatkan untuk desktop publishing, percetakan, dan bidang lain yang memerlukan pemrosesan visual.
Keunggulan mengolah gambar berbasis vektor adalah ukuran hasil akhir yang dapat ditekan seminimal mungkin namun dengan kualitas yang tidak kalah dengan gambar berbasis raster atau bitmap. Karena itulah desain grafis dan olah gambar berbasis vektor sangat banyak digunakan untuk desktop publishing, percetakan, dan bidang lain yang memerlukan pemrosesan visual.
Sebenarnya ada banyak sekali software desain grafis dan pengolah gambar berbasis vektor yang bisa kita gunakan,misalnya saja diantaranya adalah Coreldraw, Photoshop, Freehand, adobe ilustrator dll. Namun coreldraw merupakan program paling populer yang sering dimanfaatkan. Selain karena tampilannya yang user friendly dan mudah dipelajari, coreldraw juga mempunyai berbagai keunggulan – keunggulan lain yang sangat bermanfaat.

Beberapa keunggulan coreldraw antara lain coreldraw sangat bagus dalam kolaborasi teks dan gambar. Meskipun photoshop juga bisa namun lebih mudah dengan coreldraw. Selain itu kelebihan coreldraw yang jarang dimiliki oleh aplikasi desain grafis dan pengolah gambar yang lain adalah dukungan forum dan komunitas coreldraw yang begitu banyak dan beragam, sehingga kita bisa dengan mudah menemukan tutorial, tips dan bisa berbagi ilmu dengan pengguna coreldraw lainnya di seluruh dunia.

Memulai CorelDraw

Untuk mulai bekerja mneggunakan program CorelDraw 11, terlebih dulu memanggil program tersebut. Untuk memanggil programnya adalah sebagai berikut: Klik menu Start ~ All Programs ~ Program Grafis ~ Corel Draw ~ Coreldraw 11 Maka program CorelDraw akan muncul seperti berikut:

Title Bar

Memberi informasi tentang nama file dan aplikasi yang sedang dibuka. Pada ujung pojok kanan atas terdapat tombol Maximize Button untuk membuat tampilan CoreDraw satu layar penuh, Minimize button untuk meletakkan program pada Taskbar menu, sedangkan Close button untuk mengakhiri program.

Menu Bar

Menu Bar adalah barisan menu yang terdiri dari File, Edit, Layout, Type, Element, Utilities, View, Window dan Help. Semua perintah-perintah terdapat pada menu menu tersebut.

Standard Tool Bar

Perintah – perintah yang sering digunakan dapat juga diakses melalui Standard Tool Bar. Pada Standard Tool Bar terdapat icon – icon perintah yang sering kita gunakan, misalnya untuk membuat file baru, membuka file, menyimpan, mencetak dan sebagainya. Hanya dengan klik sekali pada icon yang dimaksud maka perintah akan langsung dijalankan oleh CorelDraw.

Property Bar

Property Bar merupakan baris perintah yang unik, karena tampilannya akan selalu berubah dan perintah-perintah yang ada didalamnya akan menyesuaikan dengan icon yang sedang aktif pada tool Box. Misalnya tool Box sedang aktif pada Zoom Tool, maka akan memunculkan property dari Zoom tool, demikian juga dengan tool­tool yang lain. Disini kita akan dapat lebih cepat dalam mengakses perintah-perintah yang berhubungan dengan tool yang sedang aktif.

Horizontal Ruler

berfungsi untuk membantu kita dalam membuat desain dengan ukuran yang tepat. karena terdapat mistar horizontal dengan satuan ukuran yang dapat kita ubah sewaktu-waktu.

Printable Area

merupakan area dimana desain kita diletakkan untuk dicetak. Untuk mendesain kita boleh di luar printable area, namun ketika akan dicetak maka harus dimasukkan ke printable area tersebut.

Color Palette

Warna merupakan unsur penting dalam sebuah desain grafis. Corel Draw memberikan berbagai kemudahan untuk mengakses dan memilih berbagai model warna. Kita dapat mengakses tool-tool warna melalui on-screen color palette, Color dialog box, maupun Color Roll-upuntuk memilih warna isi, outline, kertas dan lain‑ lain. Namun langkah yang tercepat untuk mengakses warna adalah melalui On-screen color palette yan gtesedia di sebelah kanan window.

Tool Box

Merupakan barisan icon yang menyimpan berbagai macam perintah untuk pembuatan obyek dasar, editing obyek, efek-efek interaktif dan lain lain.

 

Yang perlu diperhatikan pada setiap bagian window Corel Draw adalah, kita dapat mengakses suatu perintah melalui berbagai cara yang kita sukai. Misalnya untuk membuat file baru, dapat memalui menu bar, tool bar, maupun menggunakan perintah Short Cut.

Tool Box merupakan sarana utama pada Corel Draw. Tool Box menyimpan berbagai perintah perintah untuk membuat obyek dasar, editing obyek, memberikan efek-efek interaktif dan lain-lain.

 

Gb. Toolbox

 

tampilan-toolbox1

Alat-alat yang ada dalam tool box:

 

 

 

 

 

 

 

1.Pick tool: digunakan untuk memilih gambar.

2.Shape tool: untuk merubah bentuk obyek secara halus.

3.Knife tool: untuk memotong obyek.

4.Eraser tool: untuk menghapus bagian obyek

5.Smudge brush: untuk mengubah bagian garis outline pada obyek dengan cara draging.

6.Roughen brush: digunakan untuk mengubah bagian ouline pada garis vektor dari obyek.

7.Free transform tool: digunakan untuk memutar obyek dengan bebas

8.Zoom tool: dipergunakan untuk memperbesar tampilan obyek.

9.Hand tool: digunakan untuk memindah tampilan obyek.

10.Free hand tool: digunakan untuk menggambar kurve dengan satu segment.

11.Polyline tool: digunakan untuk menggambar garis dan kurve.

12.Freehand tool: dipergunakan untuk membuat garis bebas.

13.Bezier tool: untuk membuat garis lurus.

14.3 Point curve: digunakan untuk membuat kurve dengan tiga point, dengan cara drag dari point 1 lepas pada point 2 kemudian klik pada point ke 3 untuk mengakhiri pembuatan kurve.

15.Artistic media tool: untuk membuat garis dengan gaya artistic, pada pilihan ini terdapat 3 pilihan yaitu Brush, Sprayer calligraphic dan pressure.

16.Dimension tool: untuk membuat garis yang dilengkapi dengan nilai dan satuan pengukuran.

17.Interactive connector tool: adalah tool yang digunakan untuk menggabungkan dua buah obyek dengan garis.

18.Rectangel tool: untuk membuat obyek kotak.

19.  3 Point rectangle: pilihan ini digunakan untuk membuat obyek kotak dengan tiga point dengan cara drag dari point 1 lepas pada point 2 dan klik pada point 3 sebagai akhir pembuatan obyek kotak/ ragtangle.

20.Ellipse: digunakan untuk membuat obyek berbentuk lingkaran/ ellips dengan cara melakukan draging.

21.3 Point ellipse: digunakan untuk membuat lingkaran dengan titik point dengan cara draging dari point satu sebagai awal. Lepas pada point ke 2 dan lepas pada point ke 3 sebagai akhir dari pembuatan lingkaran.

22.Polygon tool: untuk membuat obyek polygon [obyek dengan banyak sudut].

23.Spiral tool: untuk membuat obyek Spiral.

24.Graph paper tool: untuk membuat obyek dengan bentuk gabungan otak hingga Nampak seperti obyek table.

25.Basic shapes: untuk membentuk obyek bentuk dasar yang sudah disiapkan system CrowelDraw 11.

26.Arrow shapes: untuk membuat obyek bentuk anak panah dengan berbagai bentuk dan pola, arah dan beberapa pola ujung panah.

27.Flowchart shapes: untuk penyusunan obyek Flowchart/diagram dengan bentuk flowchart.

28.Star shapes: untuk membuat obyek bentuk bintang.

29.Callout tool: untuk membuat obyek guna memberikan keterangan pada sebuah obyek lain.

30.Text tool: untuk membuat obyek bentuk artistic text atan pharagraf text.

31.Interactive blend tool: untuk membuat penggandaan obyek hingga mendekati bentuk obyek terakhir.

32.Interactive counter tool: untuk membuat penggandaan obyek dengan ukuran yang berbeda.

33.Interactive envlope tool: untuk membuat obyek dengan mengikuti pola yang diinginkan.

34.Interactive extrude tool: untuk membuat obyek dengan efek tiga dimensi berdasarkan obyek dasar.

35.Interactive drop shadow: untuk membuat obyek dengan efek bayangan.

36.Interactive transparency: tool untuk membuat obyek dengan fill bentuk transparan terhadap obyek yang ada di belakangnya.

37.Eyedropper tool: dipergunakan untuk mengetahui presentase warna yang digunakan untuk fill dari suatu obyek.

38.Paintbucket tool: tool yang digunakan untuk menyalin warna fill setelah menggunakan fasilitas eyedropper tool.

39.Interactive fill tool: untuk mengatur warna fill secara interactiive.

40.The interactive mesh tool: dipergunakan untuk menerapkan mesh grid pada obyek.

41.Fill tool: untuk mengatur warna fill dan suatu obyek.

42.Outline tool: tool yang digunakan untuk merubah bentuk Outline, warna, ketebalan outline dari suatu obyek.

 

Vertical Scrool Bar

Penggulung halaman secara vertical. Anda dapat menggeser scrool bar ke atas dan kebawah untuk memperluas lembar kerja atau untuk melihat bagian tertentu dari gambar yang belum terlihat.

Vertical Ruler

Vertical ruler berfungsi untuk membuat garis bantu vertical.

– Horizontal Scrool Bar

penggulung halaman secara horisontal. Anda dapat menggeser horizontal scrool bar untuk melihat bagian kanan atau bagian kiri laembar kerja yang belum terlihat.

Status Bar

Memberikan informasi tentang operasi yang sedang dilakukan, koordinat posisi mouse berada dan juga informasi tentang warna pada obyek yang sedang diaktifkan, baik warna fill maupun outline.

Iklan

SEMESTER 2

Teknik membuat dan menyajikan presentasi yang baik dan menarik

Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, yaitu :

* Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi
* Perencanaan materi presentasi
* Penguasaan aspek teknis
* Teknik penyajian presentasi
Pemilihan Aplikasi Pembuatan Presentasi

Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masing-masing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media penyajian presentasi antara lain meliputi :

Aplikasi Office

Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat dilakukan secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft PowerPoint merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan untuk kebutuhan ini.

Aplikasi Multimedia

Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini.

Aplikasi Dokumentasi

Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas proteksi pada content dokumen. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat Anda gunakan.

Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pembuatan dokumen presentasi Anda.
Perencanaan Materi Presentasi

Perencanaan dokumen presentasi merupakan hal paling mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di antaranya adalah :

Tentukan Tema dan Tujuan secara Spesifik

Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan. Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience penyajian presentasi yang spesifik.

Susun Kerangka Materi Presentasi

Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi pendukung.

Kumpulkan Materi Utama dan Pendukung

Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data pendukung jika diperlukan.

Tentukan Aplikasi Pembuat Presentasi yang Tepat

Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal untuk memastikannya.

Manfaatkan Aplikasi Penunjang

Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi, Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai aplikasi bantu bagi penyajian presentasi.

Tentukan Output Sesuai dengan Kebutuhan

Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal. Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel, sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika diperlukan.

Penguasaan Aspek Teknis

Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika Anda juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya. Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain :

Pemilihan Perangkat Komputer

Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer, jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang yang ada di dalamnya.

Pemilihan Media Simpan

Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas, dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda. Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet.

Pemilihan Perangkat Display

Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP. Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector, atau Dual / Multi Monitor untuk berpresentasi. Tentukan juga jenis screen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pemilihan Perangkat Pendukung

Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin mendistribusikan kembali moment-moment presentasi yang cukup penting untuk kolega Anda.

Teknik Penyajian Presentasi

Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip yang kami berikan antara lain :

Kuasai Teknik-teknik Penyajian Presentasi

Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via internet.

Simulasikan Presentasi Anda Sesering Mungkin

Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda.

Lengkapi Sajian Presentasi dengan Materi Tambahan

Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout, membagikan CD materi presentasi, atau bahkan menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus mencatat poin-poin dan paparan Anda, menghindari tidak tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan, dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi dan misi penyajian presentasi Anda.

 

POWERPOINT

Microsoft PowerPoint merupakan software produk Microsoft® yang dikhususkan untuk pembangunan atau pembuatan slide untuk presentasi. Microsoft PowerPoint memiliki beberapa alat bantu (tools) yang membantu perancang slide untuk mendesain slide sehingga tampil lebih menarik dan mudah dikendalikan saat melakukan presentasi.
Sebelum kita mengenal PowerPoint, kita buka dulu software Microsoft PowerPoint. Untuk membukanya, klik tombol Start – All Program – Microsoft Office – Microsoft PowerPoint

POWERPOINT

A. MENGIDENTIFIKASI MAMFAAT PROGRAM PRESENTASI

Dalam dunia bisnis para pengusaha sering dihadapkan pada promosi, menjual produk, tender proyek dan sebagainya. Dalam menyampaikan semua tujuan yang akan dicapai salah satunya dengan cara mempresentasikan di depan publik  sehingga pembeli, pemilik proyek tertarik dan menjatuhkan pilihan pada produk atau perusahaan yang dipromosikan.
Sebelumnya sudah banyak dikenal beberapa alat presentasi, seperti poster, OHP, dan slide proyekto. Dalam perkembangan tehnologi komputer juga menyediakan suatu program yang dikususkan untuk presentasi. Program untuk pembuatan presentasi saat ini sudah berkembang sedemikian rupa sehingga pemakai komputer mempunyai banyak pilihan.
Salah satu program yang mudah digunakan untuk membuat presentasi adalah Micrrossoft PowerPoint. Program ini menjadi menjadi satu produk dengan Microssoft Word, Microssoft Excel. Microssoft PowerPoint atau biasa disebut PowerPoint merupakan salah satu produk pada program under windows yang terdiri dari : Word, Excell dan PowerPoint.. Sebagai program yang terkemas dalam satu paket, maka ketiga program ini mempunyai menu dan operasi yang hampir sama, sehingga dengan menguasai salah satunya maka yang lain akan tidak terlalu sulit.
PowerPoint merupakan program yang dikhusukan untuk membuat presentasi. Kemudahan operasional (user Frendly) membuat program ini menjadi populer walaupun banyak program presentasi yang lain.
Untuk mengaktifkan program ini ikuti langkah berikut :
1. Klik start
2. Klik program
3. Pilih microssoft office XP
4. Pilih Microssoft PowerPoint
Setelah aktif maka akan muncul jendela powerpoint
Dalam Microssoft powerpoint terdapat beberapa bagian lembar presentasi, yaitu menu tools, slide sorter dan slide view, lembar presentasi, task pane. menu dan tools merupakan ikon – ikon untuk mengoperasikan lembar presentasi. Slide sorter adalah suatu tampilan untuk setiap lembar presentasi, Slide view untuk mengatur tampilan dan slide sorter untuk menjalankan slide. Lembar presentasi merupakan daerah yang digunakan untuk membuat presentasi, sedangkan Taskpane merupakan langkah – langkah lanjutan dari beberapa perintah menu.
B. MENGIDENTIFIKASI FUNGSI MENU, TOOLS DAN IKON
Seperti halnya menu – menu lain dalam microssoft, menu pada powerpoint merupakan kumpulan perintah semua sisitem operasi. Menu dalam powerpoint terdiri atas tiga macam, yaitu menu pokok, menu cascading dan menu pop up. Menu pokok merupakan menu standar semua program komputer. Ada 9 menu pokok meliputi: File, Edit, View, Insert, format, tools, slide show, windows dan help. Dalam menu menu itu jika di klik terdapat menu lanjutan atau sub menu atau menu puldown

Menu file berfungsi untuk membuka lembar presentasi yang baru, membuka yang telah atau pernah dibuat, menutup, menyimpan, mengatur lembar presentasi, mencetak, dan sebagainya.
Menu edit secara umum digunakan untuk mengedit dan memperbaiki lembar presentasi, seperti membatalkan perintah, memotong, menduplikasi lembar presentasi, menghapus slide dan sebagainya.
Menu View digunakan  untuk mengatur tampilan lembar presentasi dan menjalankan lembar presentasi
Menu insert digunakan untuk menyisipkan sesuatu pada lembar presentasi .
Menu format merupakan menu yang digunakan untuk mengatur tampilan teks, spasi dan latar belakang slide
Menu tools digunakan untuk memperbaiki ejaan
Menu slide show digunakan untuk menjalankan slide, membuat animasi dan mengatur jalannya slide
Menu window digunakan untuk mengatur beberapa lembar presentasi sekaligus di layar
Menu Help digunakan untuk mencari bantuan operasional meliputi: Microssoft Powerpoint help, show the office assistan dan lain – lain

C. MENU TOOLS
Ada tiga macam tools menu yang akan di bahas yaitu :
Tools menu standard merupakan tools menu yang digunakan untuk operasional vital, seperti membuka lembar presentasi, menyimpan, menggandakan dan sebagainya
Tools menu formating digunakan untuk memformat jenis font dan ukurannya.
Tools menu standar merupakan icon drawing , jika icon ini diklik maka akan muncul menu drawing.
Dan cari informasi melalui buku powerpoint.

MEMBUAT PRESENTASI
Dalam membuat presentasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu : sederhana, menarik dan jelas. Sederhana dalam arti slide hanya memuat hal – hal pokok dan tidak perlu menuliskan secara mendetail, karena audiens diharapkan masih mendengarkan penjelasan sambil menikmati tampilan slide dan tidak asyik sibuk membaca dan mencatat isi slide.
Hal kedua, yaitu menarik artinya slide harus di desain sedemikian rupa sehingga menarik untuk dinikmati. Dalam hal ini tidak dianjurkan membuat slide dengan banyak warna dan gambar, sebab dengan bayak gambar dapat mengganggu isi slide yang sebenarnya.
Prinsip yang ketiga, yaitu jelas maksud dari slide dapat dilihat dengan jelas oleh semua peserta atau audiens presentasi, sehingga mereka tidak terganggu dengan tulisan – tul;isan yang kabur, terlalu banyak, dan sebagainya. Biasanya slide, yang baik memiliki jumlah kata dalam baris tidak lebih dari 10 kata dan 7 baris, lebih dai itu maka tulisan menjadi tidak jelas.
Setelah mengetahui prinsip – prinsip dasar pembuatan slide, selanjutnya akan dijelaskan cara membuat slide dan menerapkan prinsip – prinsip tersebut ke dalam lembar presentasi. Ada beberapa cara untuk membuat lembar presentasi, salah satunya menggunakan template. Template digunakan untuk membuat lembar presentasi sesuai dengan selera pembuat dan juga dapat menggunakan pola yang sudah disiapkan komputer, yaitu Auto Content Wizard.

1. TEMPLATE
Membuat lembar presentasi dengan template merupakan cara membuat lembar presentasi dengan latar belakang dan format yang disediakan oleh Powerpoint. untuklangkah – langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Klik menu file
2. Pilih dan klik New,m maka akan muncul Task Pane
3. Pilih From Design Template pada task pane, maka akan muncul beberapa pilihan latar belakang.
4. Pilih salah satu latar belakang yng Anda inginkan

Ada beberapa pilihan penggunaan yaitu :
a. Aplly to all slides, untuk memberi latar belakang gambar yang dipilih pada
semua slide
b. Aplply to selected slide, untuk memberi latar belakang pada halaman slide
yang aktif
c. Show Large Previews, untuk menampilkan contoh latar slide tampil lebih
besar
Untuk mengisi slide caranya Klik pada daerah border (garis putus – putus). Untuk lebih jelasnya ikuti lanjutan perintah berikut ini :
5. Pilih aplly to all slide
6. Klik pada place holder (click to add title) dan ketik TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI)
7. Klik pada click to add subtitle dan ketik KELAS XII SMA.
Sekarang kita sudah memiliki slide
Jika kita sudah membuat slide maka untuk membuat slide halaman berikutnya langkah – langkahnya adalah :
8. Klik menu insert
9. Pilih dan klik New Slide
Lakukan langkah 8 dan 9 beberapa kali sehingga muncul beberapa slide baru di bawahnya. Setelah itu, lanjutkan ke langkah 10 untuk mengatur jenis tampilan, apakah ingin menggunakan bullet, gambar dan sebagainya.
10. Pilih dan klik salah satu tampilan yang diinginkan pada task pane
11. Ketik isinya.
Setelah selesai, simpan lembaran – lembaran slide presentasi dengan nama Presentasi-1, caranya :
12. Klik menu file
13. Pilih dan klik save
14. Ketik presentasi-1
15. Klik save
Pada title bar nama file menjadi Presentasi-1

Menu dan ikon pada Menu Bar terdiri dari menu File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Table, Window, dan Help. Berikut ini akan dijelaskan mengenai berbagai fungsi dari setiap menu tersebut.

1. File
Menu file berfungsi untuk membuat, membuka, menyimpan, mencetak, mengatur ukuran halaman hingga menutup suatu dokumen yang kiti tool-tool yang terdapat dalam menu file fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu File.

Fungsi Menu File :

  • New : Untuk membuat lembar kerja baru
  • Open : Untuk membuka file dokumen yang pernah kita buat
  • Close : Untuk menutup file yang sudah sedang aktif
  • Save : Untuk menyimpan file yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan.
  • Save as : Untuk menyimpan file yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan dengan nama file baru.
  • Save as Web Page : Untuk menyimpan file yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan dengan nama file baru.
  • Search : Untuk mencari file atau nama file
  • Versions : Untuk menampilkan tanggal dan waktu masing-masing versi yang disimpan dan nama orang yang menyimpan.
  • Web Page Preview : Untuk menampilkan file yang aktif sebagai halaman web dalam browser sehingga kita dapat melihat seperti apa dokumen yang dibuat sebelum diterbitkan/dicetak.
  • Page Setup : Untuk menentukan margin dan ukuran kertas.
  • Print Preview : Untuk melihat tampilan dokumen sebelum dicetak
  • Print : Untuk mencetak dokumen yang kita buat
  • Send to : Untuk mengirim dokumen ke media lain seperti Microsoft Powerpoint
  • Properties : Untuk menampilakn informasi tentang dokumen yang aktif
  • Exit Untuk : keluar dari program Microsoft Office
2. Edit
Menu Edit berfungsi untuk mengedit (melakukan perubahan dengan cara menambah, menghapus, memotong, menyalin, membatalkan, mengatur pemunculan objek, dan lain-lain. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Edit.
Fungsi Menu Edit :

  • Undo : Untuk membatalkan perintah terakhir
  • Repeat : Untuk membatalkan Undo
  • Cut : Untuk memotong suatu objek seperti kata, kalimat, gambar dan memasukkannya ke clipboard atau dokumen lain.
  • Copy : Untuk meng-copy atau menyalin suatu objek ke dalam clipboard atau dokumen lain.
  • Office Clipboard : Untuk mengatur pemunculan objek dari clipboard
  • Paste : Untuk memunculkan suatu objek dari dalam clipboard atau dokumen lain.
  • Paste Special : Paste dengan kriteria tertentu
  • Paste as Hyperlink : Untuk memunculkan objek dari dalam clipboard namun tetap ada hubungannya walau berada di tempat yang berbeda.
  • Clear : Untuk menghapus format atau objek yang dipilih.
  • Select All : Untuk memilih/memberi tanda blok hitam pada seluruh lembar kerja
  • Find : untuk mencari mencari kata yang dikehendaki
  • Replace : untuk mengganti kata
  • Go to : untuk berpindah halaman, baris, kolom, objek, dan lain-lain.
  • Links : untuk membentuk hubungan
  • Object : untuk mengedit object

3. View
Menu View berfungsi untuk mengatur tampilan layar dari dokumen yang kita kerjakan. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu View.

Fungsi Menu View :

  • Normal : untuk menampilkan tampilan layar yang normal atau tampilan standar (default)
  • Web Layout : untuk menampilkan tampilan editing dokumen kita ketika muncul di web browser.
  • Print Layout : Untuk menampilkan print layout yang berupa sebuah tampilan editing dokumen kita ketika akan mencetak.
  • Outline : untuk memindahkan tampilan editing dokumen kita ke tampilan outline view, sehingga kita dapat memeriksa dan bekerja dengan struktur file dokumen kita dalam bentuk outline klasik.
  • Task Pane : untuk menampilkan Task Pane
  • Toolbars : untuk menampilkan dan menyembunyikan toolbar-toolbar yang dikehendaki
  • Ruler : untuk menampilkan dan menyembunyikan/menghilangkan penggaris yang ada di atas area kerja
  • Document Map : merupakan layar vertikal yang berfungsi juga sebagai peta dokumen untuk memberitahukan letak/posisi dokumen kita sekarang.
  • Header and Footer : untuk membuat header dan footer
  • Footnotes : untuk membuat catatan kaki
  • Markup : untuk memunculkan atau menyembunyikan komentar
  • Full Screen : untuk menggunakan tampilan layar menjadi tampilan penuh layar
  • Zoom : untuk memperbesar tampilan

4. Insert
Menu insert berfungsi untuk menyisipkan teks, tanggal atau waktu, simbol, diagram, file, objeck, dan sebagainya. Selain itu dapat digunakan untuk memberi nomor halaman pada dokumen yang kita kerjakan. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu insert.

Fungsi Menu Insert :

  • Break : untuk menentukan jenis perpindahan
  • Page Number : untuk memberi nomor halaman
  • Date and Time : untuk menyisipkan tanggal
  • Auto Text : untuk menyisipkan teks
  • Field : untuk menyisipkan field
  • Symbol : untuk menyisipkan simbol
  • Comment : untuk menyisipkan komentar dan catatan
  • Reference : untuk menyisipkan footnote, caption, cross reference, dan index
  • Web Component : komponen dari web
  • Picture : untuk menyisipkan gambar
  • Diagram : untuk menyisipkan diagram
  • Text Box : untuk menyisipkan text box
  • File : untuk menyisipkan file
  • Object : untuk menyisipkan objek
  • Bookmark : untuk menyisipkan bookmark
  • Hyperlink : teks atau grafik yang kita kirimkan ke suatu file, dokumen HTML

5. Format
Menu Format berfungsi untuk menentukan jenis huruf, paragraf, memberikan penomoran, membuat jenis kolom dalam teks, memberi bingkai dan arsiran, mengatur huruf besar dan kecil dan berbagai hal yang berkaitan dengan format dokumen. Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi menu format, berikut berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu format.

Fungsi Menu Format :

  • Font : untuk menentukan jenis huruf dan atributnya.
  • Paragraph : untuk menentukan jenis paragraf
  • Bullet and Numbering : untuk memberikan bullet dan penomoran
  • Border and Shading : untuk memberikan bingkai dan arsiran
  • Columns : untuk membuat jenis columns
  • Tabs : untuk menentukan batas tabulasi
  • Drop Cap : untuk memberikan efek drop cap
  • Text Direction : untuk mengatur arah horizontal dan vertikal dari teks yang diketik.
  • Change case : untuk mengatur huruf besar dan kecil
  • Background : untuk memberikan warna latar belakang dokument yang dikerjakan
  • Theme : untuk mengatur format tampilan theme yang akan digunakan pada sebuah halaman web, dokumen, dan pesan email.
  • Frame : untuk membuat tabel daftar isi dengan menggunakan heading dari dokumen dan menempatkan di sebelah kiri halaman frame.
  • Auto Format : untuk mengubah format menjadi format dokumen atau surat
  • Styles and Formating : untuk mengubah style dan format
  • Reveal and Formating : untuk menampilkan task panel reveal formatting yang berfungsi untuk menentukan format suatu teks.
  • Object : untuk memformat object

6. Tools
Menu Tools berfungsi untuk memeriksa ejaan, memilih bahasa yang dikehendaki, menghitung banyak kata atau karakter, memproteksi dokumen, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Tools berikut ini.

Fungsi Menu Tools :

  • Spelling and Grammar : untuk memeriksa ejaan
  • Language : untuk memeriksa ejaan
  • File Broken Text : untuk mengatur dan menyusun text yang berantakan atau tak beraturan (fasilitas ini terdapat dalam Microsoft Word Window XP)
  • Word count : untuk menghitung banyaknya kata, paragraf, baris, karakter, dan halaman
  • Auto Summarize : untuk merangkum poin-poin secara otomatis dalam dokumen
  • Speech : untuk mengubah perintah keyboard/mouse dengan suara menggunakan bahasa yang dikenal oleh Microsoft Office
  • Track Change : untuk menandai perubahan-perubahan yang dilakukan dalam dokumen terakhir/baru atau yang sedang dikerjakan, dan mencatat setiap perubahan tersebut saat dilihat kembali.
  • Compare and Merge Document : untuk membandingkan dan menggabungkan dokumen
  • Protect Document : untuk memproteksi dokumen
  • Online Collaboration : untuk melakukan kolaborasi dengan para pengguna internet seperti diskusi maupun net meeting.
  • Letters and Mailing : untuk membuat surat dan label
  • Tools on the Web : untuk melihat fungsi tools secara online
  • Macro : untuk membuat macro
  • Template and Add-Ins : untuk membuat templates
  • Auto Correct Options : untuk membuat autocorrect
  • Customize : untuk melihat tombol toolbar, menu, dan shortcut key
  • Options : untuk memodifikasi setting program dari Microsoft Office

7. Table
Menu Table berfungsi untuk membuat tabel, menyisip tabel dalam teks dokumen, mengurutkan data, dan segala hal yang berkaitan tabel. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Table berikut ini.

Fungsi Menu Table :

  • Draw Table : untuk menggambar tabel
  • Insert : untuk menyisipkan tabel, kolom, baris, atau sel
  • Delete : untuk menghapus table, kolom, baris, atau sel
  • Select : untuk menyeleksi tabel, kolom, baris, atau sel
  • Merge Cells : untuk menggabungkan sel-sel terpilih
  • Split Cells : untuk membagi sel kolom pada tabel menjadi beberapa sel kolom yang lebih kecil
  • Split Table : untuk memisahkan tabel
  • Table auto Format : untuk membuat format tabel secara otomatis
  • Autofit : untuk menyesuaikan lebar kolom pada tabel dengan lebar window secara otomatis
  • Heading Rows Repeat : untuk menunjuk baris terpilih untuk menjadi heading table yang diulang pada halaman selanjutnya.
  • Convert : untuk mengkonversi bentuk teks ke bentuk tabel atau sebaliknya
  • Sort : untuk mengurutkan data
  • Formula : untuk memberikan formula (perhitungan matematika)
  • Show Gridlines : untuk memunculkan atau menyembunyikan garis bantu
  • Table Properties : untuk menampilkan properties untuk tabel

8. Window
Menu Window berfungsi untuk membuka jendela baru, menyusun semua jendela yang aktif dan melihat dokumen yang sedang aktif. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Windo berikut ini.

Fungsi Menu Window :

  • New Window : untuk membuka jendela baru
  • Arrange All : untuk menyusun semua jendela yang aktif
  • Split : untuk membagi lembar kerja yang aktif menjadi dua bagian
  • 1 Document2 : untuk melihat seluruh dokumen yang aktif

9. Help
Salah satu fungsi Menu Help adalah memunculkan fasilitas help yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah yang dihadapi pada saar menggunakan fasilitas Microsoft Word, termasuk informasi mengenai suatu ikon. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Help berikut ini.

Fungsi Menu Help :

  • Microsoft Word Help : untuk memunculkan fasilitas help yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah.
  • Show the Office Assistant : untuk menampilkan atau menyembunyikan office assistant
  • What’s This : untuk meminta penjelasan mengenai icon yang ditunjuk
  • Office on the Web : untuk meminta informasi terkini dari office web site
  • Activate Product : untuk memunculkan Activate Product
  • Word Perfect Help : untuk memberikan informasi bagi pemakai Word Perfect
  • Detect and Repair : untuk mencari dan memperbaiki kesalahan secara otomatis
  • About Microsoft Word : untuk menampilkan informasi mengenai program Microsoft Word yang kita gunakan.

Semester 2

Mengenal Perangkat Lunak Presentasi

A.  Arti Presentasi
Peresentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi. Presentasi dapat diartikan sebagai kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat, ataupun informasi kepada orang lain. Dalam sebuah presntasi terdapat beberapa unsur pokok, diantaranya adalah: pihak yang melakukan presentasi yang disebut dengan Presnter, peserta presentasi atau Audience (Audiens), dan media presentasi (alat presentasi). Media presentasi yang digunakan dalam sebuah presentasi contohnya : kapur dengan blackboard, spidol dengan whiteboard, OHP (overhead projector), LCD (Liquid Crystal display), WebSite dan lain-lain.

B.   Jenis Presentasi
Berdasarkan sifat interaksi antara pihak yang melakukan presentasi dengan pesertanya, presentasi dikelempokkan menjadi 2(dua) macam, yaitu presentasi langsung dan presentasi tidak langsung. Sebuah presentasi dikatakan langsung jika pemberi presentasi dan peserta presentasi  dapat berkomunikasi secara langsung, contohnya pada kegiatan belajar mengajar dikelas antara Guru/Dosen yang membawakan presentasi dengan Siswa/Mahasiswa yang menerima materi presentasi. Selanjutn ya sebuah presentasi dikatakan tidak langsung jika peserta tidak langsung bertemu dengan pemberi presentasi. Contohnya pada sebuah WebSite, media cetak (Koran, Tabloid, Majalah), dan lain-lain.

C.  Presentasi yang Baik dan Efektif
Untuk memahami bagaimana melakukan presentasi yang baik dan efektif agar sesuai dengan hasil yang diharapkan hendaknya memperhatikan metode berikut:

a.    Melakukan Perencanaan
Dalam mempersiapkan sebuah presentasi beberapa hal perlu diketahui terlebih dahulu, yakni:
·Situation : Perhatikan waktu dan tempat Anda akan memberikan presentasi
·Purpose (Tujuan) : Apa tujuan yang ingin dicapai dari presentasi yang dilakukan
·Audience : perhatikan siapa saja yang menjadi peserta dari presentasi Anda
·Method : metode apa yang akan Anda pakai sehingga tujuan presentasi dapat tercapai

b.    Memperhatikan Tipe Presentasi
Pada umumnya ada 3 kategori presentasi yang harus diketahui, yaitu:
·Informasi : menyampaikan suatu informasi baru kepada audience dengan harapan audience akan mengetahui dan memahami topik yang dipresentasikan, mis: workshop, seminar, kuliah, dsb.
·Persuasi: bertujuan untuk mengubah perilaku atau kebiasaan dari audience, misalnya: kampanye, penyuluhan narkoba, dsb.
·Entertaining: bertujuan untuk menghibur peserta, berusaha agar peserta tetap

c.    Persiapan
Dalam mempersiapkan suatu presentasi kita dianjurkan melakukan 2(dua) kali melakukan peresiapan.
1)   Persiapan 1 (Memilih topik (apa yg akan dipresentasikan)
*Apakah Anda tertarik dengan topik ?
*Apakah Anda enjoy berbicara ttg topik tsb ?
*Apakah Anda ingin entertain, inform atau persuade ?
*Apakah audience akan tertarik dengan topik ?
*Apakah topik yg dibicarakan topik yg sensitif thd sekelompok pihak dari audience ?
*Apakah ada peristiwa tertentu yang berkaitan dengan topik ?
2)   Persiapan 2 (Bagaimana membuat dan menyiapkan presesntasi)
*Apa yang dibutuhkan untuk disampaikan
*Kumpulkan materi-materi presentasi yang terkait
*Buatlah materi presentasi yang baik, dan
*Gunakan komputer (mis: Powerpoint) sedapat mungkin

d.    Latihan
·Latihan akan membantu menghasilkan presentasi yang baik.
·Mendapatkan bagaimana presentasi tersebut mengalir.
·Mendapatkan feedback.
·Lakukan latihan beberapa kali.

e.    Memperhatikan Elemen Penting saat Presentasi
·Kecepatan presentasi
·Pembukaan yang menarik — examples
·Transisi yang benar
·Konklusi (relevansi topik)
·Panjang presentasi: jangan melebihi waktu yang tersedia!

f.     Outlining (Menguraikan Materi) pada Saat Presentasi
·Isi presentasi yang disampaikan agar tetap diingat audience.
· Materi presentasi perlu outline yang baik
·Apakah materinya sudah cukup? Terlalu banyak?

g.    Siap Melakukan Presentasi
·Kalau bisa, sehari sebelumnya coba lagi presentasi anda. (ulangi latihan)
·Atur slide sesuai urutan.
·Pastikan alat-alat bantu bekerja dengan baik.
·Pastikan siapa yang membantu (apabila diperlukan)
·Pastikan pengeras suara bekerja dengan baik
·Datang lebih awal.
·Perhatikan: penampilan
·Jangan berdiri dibelakang meja, jangan menghalangi slide, usahakan dekat dengan audience

h.    Saat Presentasi
·Utarakan objective anda diawal prsentasi, dan ulangi kembali di akhir presentasi.
·Jangan membuat lawakan kalau anda tidak ahli untuk itu.
·Perhatikan kelakuan anda, hindari kebiasaan tidak baik.
·Gunakan laser pointer dengan benar, dan jangan ganggu audience anda dengannya.
·Libatkan audience dalam proses
·Awasi waktu anda!
·Jangan mengkritik hal-hal diluar topik.

i.      Menarik Perhatian Audience
·Berhenti berbicara (stop talking) / diam
·Ajukan pertanyaan ke audience
·Gunakan board untuk membuat lebih jelas
·Ubah intonasi suara
·Lakukan sesuatu yang tidak terduga (jatuhkan buku, matikan slide, dsb)

j.      Menangani tanya-Jawab
·Ulangi pertanyaan audience agar yang lain tahu apa yang ditanyakan.
·Berikan jawaban untuk si penanya dan audience
·Tunggu penanya selesai sebelum menjawabnya.
·Atau potonglah dengan taktis.
·Apabila ada pertanyaannya selama presentasi mengenai ketidak jelasan/kerancuan jawablah segera
·Tundalah pertanyaan yang terlalu spesifik pada akhir presentasi atau tawarkan “offline”
·Hindari pertanyaan yang mengarah ke diskusi panjang dengan seseorang (Berikan batasan waktu dalam menjawab pertanyaan)
·Tidak bisa menjawab? Anda bisa memberi kesempatan Audience lain untuk menjawab.